Dalam perjalanan menuju objek wisata ini, pengunjung dapat melihat panorama alam pedesaan yang indah dan menawan dengan perkebunan kopi kakao dan cengkeh yang berada di kanan dan kiri jalan. Apalagi saat tanaman tersebut sedang berbuah dan berbunga. Aktivitas petani merupakan hal yang sangat menarik dan unik untuk disaksikan karena semuanya masih dilakukan secara manual dan tradisional. Bila pengunjung menyempatkan diri untuk singgah sejenak di salah satu rumah makan atau restoran setempat. Pengunjung dapat memesan kopi asli hasil dari perkebunan petani sambil menikmati suasana alam pedesaan yang sejuk dan segar.
Jarak tempuh kelokasi ini kurang lebih 68 km dari kota Denpasar dan kira-kira 120 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai bila menggunakan kendaraan bermotor. Kondisi jalan menuju ke objek wisata air terjun ini cukup baik karena Desa Pujungan dilewati Jalan Raya Denpasar - Seririt - Singaraja. Jika dari jalan raya utama Desa Pujungan air terjun ini berjarak sekitar 1500 m. Jalan masuknya ini cukup unik, karena berupa tanah dengan paving semen di kanan kiri (untuk roda mobil)lalu berjalan kaki sejauh 400 m melalui jalan setapak yang menanjak diantara perkebunan kopi penduduk. Kondisi jalan setapak ini sudah dilapisi semen dan berundak-undak seperti anak tangga disertai pegangan pada tepiannya.
Untuk fasilitas kepariwisataan sementara ini hanya terdapat warung yang menjual makanan dan minuman, namun ini semua dapat tergantikan oleh udara segar, pemandangan yang indah dengan suasana alam yang masih asri yang ada di sepanjang jalan menuju Air Terjun Pujungan ini.
Bila berkunjung ke Bali objek wisata Air Terjun Pujungan ini bisa dijadikan alternatif liburan anda.
Source : wisatadewata.com
