Pantai ini sudah terkenal sejak dahulu kala terutama ketika terjadi perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906, di mana pada saat itu pasukan Belanda mendaratkan tentaranya di pantai Sanur. Dalam sejarah Bali Kuno, pantai Sanur juga sudah terkenal dengan adanya bukti berupa tugu batu bertulis (Prasasti Blanjong) yang merupakan prasasti dari Raja Kasari Warmadewa yang berkeraton di Singhadwala sekitar tahun 917 Masehi, di mana prasasti tersebut terdapat di Blanjong, daerah bagian selatan pantai Sanur. Di dalam dunia kepariwisataan, pantai Sanur untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh seorang pelukis terkenal berwarganegara Belgia yang bernama A.J. Le Mayeur bersama dengan isterinya Ni Polok yang menetap di pantai Sanur sejak tahun 1937 dan sering mengadakan pameran lukisan karyanya sendiri.
Yang menjadi daya tarik pantai Sanur ini karena di bagian sebelah utara pantainya berbentuk melingkar seperti setengah lingkaran dan pada bagian selatan pantainya yang berbelok dari timur ke barat, di mana gelombang air lautnya tidak begitu besar sehingga bilamana air lautnya sedang surut maka akan terlihat batu-batu karang yang membentang berwarna-warni. Pada hari mendekati bulan mati atau bulan purnama maka air lautnya akan pasang dan gelombang lautnya agak membesar. Di sebelah tenggara pantai Sanur akan terlihat gugusan pulau Nusa Penida di seberang laut dan pada bagian sebelah timur akan terlihat panorama pantai selatan pulau Bali dengan gunungnya. Pemandangan pantai Sanur ini terlihat lebih indah pada sore hari karena keadaan air laut yang biasanya surut dengan gelombangnya yang berupa riak kecil. Gugusan pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di seberang laut akan tampak terlihat dari pantai Sanur sebelah selatan. Panorama pantai Sanur sebelah selatan lebih indah dilihat pada saat pagi hari. Tempat untuk meninjau atau melihat-lihat yang strategis adalah di bagian timur yaitu di Semawang dan Mertasari. Keadaan udara di sana terasa segar karena hembusan angin laut yang nyaman. Suasana di sepanjang pantai Sanur terlihat terang dan teduh karena penuh dengan pohon-pohon yang besar. Pantai Sanur sangat baik dan terkenal untuk menikmati matahari terbit (sunrise).
Di pantai Sanur, pada pagi hari akan tampak kesibukan para nelayan yang terlihat mendorong perahunya (jukung) ke tengah laut. Setiap harinya pantai ini mulai ramai dikunjungi untuk berenang ataupun sekedar bersantai. Pantai Sanur kini semakin terlihat indah karena telah direklamasi yang diakibatkan abrasi yang mengerus pasir di beberapa bagian pantainya. Pada tahun 2004, pantai ini telah dirubah bentuk penampilannya dengan dipasangnya krib-krib (penahan ombak) yang di bagian ujungnya dibangun bale bengong, sehingga setiap pengunjung akan dapat menikmati keindahan laut dengan nyaman sambil duduk bersantai di bale tersebut. Jarak setiap krib dengan yang lainnya sekitar 15 meter, sehingga membentuk sebuah muara yang sangat aman digunakan untuk berenang karena dangkal dan tidak berombak. Di sepanjang pantai Sanur sudah disediakan trotoar yang digunakan untuk pengunjung yang ingin berjalan-jalan, joging, maupun bersepeda di sepanjang pantai Sanur. Di salah satu sisi trotoar dipenuhi dengan pedagang-pedagang cenderamata dan juga terdapat beberapa tempat makan minum atau café yang saling berjajar. Sebagai kawasan wisata pantai yang sudah sangat terkenal, banyak ditemui fasilitas akomodasi hotel bertaraf internasional seperti Hotel Grand Bali Beach, Hotel Hyatt, Hotel Sanur Beach, Hotel Sindhu Beach dan lain sebagainya yang terdapat di sepanjang timur dan tenggara dari pantai Sanur.
Source : http://wisatadewata.com
